Muhammad Irsyad S sebagai penyumbang beberapa idenya.
Dia membantu saya ketika saya lg mampet ide. wkwkwkwk XD
Ini (yang kiri) Cover FF DGR yg pertama, agak hancur gambarannya ^^" hehee
(yang kanan) Cover FF DGR yang kedua, lebih mendingan gambarnya, hehe ^^V


SELAMAT MEMBACA. :)
***
Kalender menunjukkan tanggal 19 Juli. Dan itu berarti tahun ajaran baru dimulai.
"DAISUKI GAKUEN"
"Tengggg.. Tengggg.. Tenggg…" bunyi bel Daisuki Gakuen berbunyi dan gerbang akan ditutup.
"Hwaaaaaa… tunggu pak….!!!" teriak Riz berlari menuju gerbang.
"Cepat!" tiba-tiba seorang anak perempuan yang dibelakang menarik tangan Riz dan membawa Riz berlari bersamanya.
Riz dan anak itu pun berhasil melalui gerbang yang akan ditutup.
"Fiuuhh.. Fiuhh... haaloo.. Salam kenal" sapa Riz sambil memulihkan nafasnya yang tersengal-tersengal.
"Fiuuhh.. Fiuhh... halo juga" balas anak itu dengan terengah-engah.
"Aku Riz, makasih ya sudah bantu aku" kata Riz memulai perkenalan mereka berdua.
"Aku Hinata. Oh, sama-sama. Aku juga terlambat tadi. Tapi, ku lihat jalan mu agak lambat makanya aku menarik tanganmu. Maaf ya." kata anak berambut panjang dengan mata abu-abu yang indah itu.
"Gak papa kok, tapi karena kamu juga aku sempat melewati gerbang tadi" balas Riz dengan senyum.
"Kamu masuk kelas mana?" tanya Hinata.
"Aku masuk kelas 1-5, Hina-chan" jawab Riz.
"Waahh.. Kita sama donk. Aku juga masuk kelas itu, Ri-chan. Ya udah kita bareng aja yah" kata Hinata dengan senang hati.
Mereka berdua pun menuju kelas 1-5.
Sekolah asrama Daisuki ini termasuk SMA populer di Tokyo. Guru-gurunya tergolong masih muda, siswa-siswa yang di terima pun tergolong siswa berprestasi.
"KELAS 1-5"
"Tap.. Tap.. Tap.." terdengar suara langkah seseorang diluar kelas.
"Senpai datang, senpai datang" semua siswa berlarian ke tempat duduk masing-masing.
Sesosok pria muda memasuki kelas Riz dan Hinata.
"Ya ampuun.. Gantengnyaaaa…." seru anak-anak perempuan yang terpesona dengan guru itu.
Riz dan Hinata yang duduk di bangku paling depan hanya terdiam memandangi guru itu.
"Selamat pagi anak-anak" sapa sang guru dengan senyuman yang menawan.
*penulis: kyaaa… jadi ikutan meleleh membanyangkannya.. XD*
"Selamat pagi senpai" anak-anak membalas sapaan sang guru.
"Kyaaaaa… gurunya keren banget" jerit Hinata dalam hati dan mukanya memerah.
"Sstt.. Sstt.. Sstt.. Hina-chan" desis Riz yang duduk di samping Hinata.
"Iya, ada apa Ri-chan?" tanya Hinata.
"Waaahhhh.. Anak-anak langsung pada semangat setelah ni guru datang. Ckckck" bisik Riz.
"Wkwkwk" Hinata hanya tersenyum-senyum.
"Nama saya Naruto Uzumaki. Baik, langsung saja kita mulai dengan perkenalan. Mulai dari kamu dulu." kata sang guru menunjuk anak yang duduk di paling pojok belakang.
Satu per satu anak memperknalkan diri mereka. Sampai pada giliran Hinata.
Hinata berdiri, "Saya Hinata Hyuuga. Salam kenal" sambil membungkukkan badan.
Di lanjutkan dengan Riz.
"Saya Rizki Uzumaki. Salam kenal"
***
Pelajaran tentang sejarah negara Jepang dimulai. Sang guru, Naru-senpai menjelaskan dengan rinci. Siswa-siswa sangat menikmati apa yang diajarkan, karena Naru menyampaikannya dengan sangat bijaksana.
***
Satu setengah jam berlalu dengan cepat, tidak terasa jam pelajaran Naru-senpai sudah habis.
"Baiklah anak-anak, halaman 15 bagian C, tolong nanti dikerjakan di asrama masing-masingya. Dan di kumpulkan pada pertemuan berikutnya. Ja matta" kata sang guru mengakihri jam mengajarnya di kelas Riz dan Hinata.
"Baik senpai" jawab anak-anak murid kelas 1-5 dengan kompak.
***
Tiba waktu istirahat….
"Ri-chan, ke kantin yuk" ajak Hinata.
"Oke, Hina-chan" jawab Riz.
"Waaahh.. Halaman Daisuke gakuen luas banget, kantinnya ada di seberang pula, lumayan jauh ya dari kelas kita" ujar Hinata memandangi kantin yang ada di seberang kelas mereka dari Jendela.
"Iya.. Kita jadi kan ke kantin, yuk cepetan ntar keburu bel masuk berbunyi" kata Riz menarik tangan Hinata keluar kelas.
"Ya ya.. Santai aja, Ri-chan." balas Hinata dengan jalan terburu-buru karena di tarik Riz.
"Hehehe, maaf Hina-chan" kta Riz.
"Apa kau sangat lapar sekali ya, kok buru-buru banget? Nyahahaha…" ledek Hinata.
"Yeeyyyy… siapa bilang?! kita harus cepat donk, ntar mejanya penuh, kan anak-anak disini gak dikit orangnya" jawab Riz.
"Iyaa.. Sudah, sudah.. yuk.. kita langsung aja" kata Hinata melanjutkan jalan mereka.
…
"Oishi canteen Daisuki Gakuen" Hinata membaca papan nama yang terpasang di atas pintu masuk kantin.
"Wew.. Nama kantinnya menarik juga, mudah-mudahan ada makanan favorit ku. Ckck" kata Riz seraya memasuki kantin.
"Waduuhhhh.. Kayaknya penuh nih" kata Hinata melihat-lihat sekitar.
"Tuh.. Di situ masih ada tempat yang kosong" kata Riz mengarahkan telunjuknya pada meja persegi panjang ke-25 di pojokkan.
*penulis: makluuum, kantinnya lumayan gede jadinya mejanya bnyak. Hehehe*
"Tapi di situ sudah ada seorang anak cowok yang menempati" bisik Hinata.
"Sudahlah Hina-chan, tidak apa-apa juga" jawab Riz menggandeng tangan Hinata menuju meja itu.
"Ri. . Ri-chan" ucap Hinata.
"Permisi.. Kami boleh duduk disini?" tanya Riz pada anak laki-laki itu.
"Ya, silakan aja" jawab anak laki-laki itu dengan santainya.
"Arigatou" balas Riz.
Riz dan Hinata duduk berseberangan dengan anak laki-laki itu.
"Bu, saya pesan ramen ichiraku!" seru Riz berbarengan dengan anak laki-laki itu pada ibu kantin.
Riz dan anak kali-laki itu saling memandang satu sama lain dengan heran.
"Wahh.. Bisa barengan gitu. Hahaha" goda Hinata.
"Mungkin cuma kebetulan aja" balas Riz.
"Hahahaha… iya.. iya.. " Hinata hanya tertawa.
Anak laki-laki itu hanya terdiam.
"Hina-chan, kamu pesan apa?" tanya Riz pada Hinata.
"Aku.. Aku sushi sama takoyaki aja. hehehe" kata Hinata.
*penulis: kantin sekolahnya lumayan serba ada. Wkwkwk*
Tak berapa lama pesanan mereka datang. Tapi, hanya ada satu mangkok ramen ichiraku yang dibawakan pelayan kantin.
"Tadi yang pesan ramen ichiraku siapa?" tanya pelayan.
"Saya!!! " jawab Riz dan anak laki-laki itu berbarengan lagi.
"Ini porsi ramen terakhir" kata si pelayan.
"Buat saya saja, bu" kata Riz.
"Tidak bisa!!! Ramen itu buat ku. Aku sudah datang lebih dulu" kata anak laki-laki itu memulai perdebatan.
"Yeeyy.. aku yang pesan duluan" balas Riz.
"Kata siapa?! Kita kan pesannya barengan" kata anak laki-laki itu lagi.
"Kamu kan laki-laki harusnya mengalah donk" kata Riz menjurus.
"Ya sudahlah, aku mengalah saja daripada nanti aku dibilang gak gentle rebutan sama cewek" balas anak laki-laki itu dingin.
"Tapi…gak jadi dehh.. ramennya buat kamu aja" kata Riz tiba-tiba berubah pikiran.
"Tidak usah, buat kamu saja" kata anak laki-laki itu.
"Ya ampuuunnn.. tadi rebutan sekarang malah main oper-operan. ckckck" Hinata ikut bicara.
"Kalau begitu, terimakasih" ucap Riz seraya menerima mangkok ramen dari pelayan kantin.
*penulis: kasian ibu pelayannya ya, jadi berdiri lama-lama gara-gara pada berdebat. Wkwkwwk*
"Saya pesan ramen biasa aja" kata anak laki-laki itu pada ibu pelayan.
"Maaf yaaa… Tapi, sekali lagi terimakasih" balas Riz tersenyum.
"Ya, tidak papa. Sama-sama. Kamu suka ramen ichiraku juga?" tiba-tiba anak laki-laki itu bertanya.
"Ya, itu adalah makanan favorit ku" jawab Riz.
"Sama, itu juga makanan favorit ku" kata anak laki-laki itu.
Pesanan anak laki-laki itu datang. Mereka pun melahap makanan masing-masing.
"Sruuuutt.. Sruuuut.. " terdengar suara Riz dan anak laki-laki itu menyeruput mie ramen di mangkok masing-masing.
Tidak berapa lama makanan di mangkok dan piring mereka sudah tidak tersisa.
"Aku duluan ya.. " kata anak laki-laki itu tersenyum pada Riz dan Hinata lalu meninggalkan mereka berdua.
Riz dan Hinata hanya menatap dia.
"Heyy, Ri-chan.. Ternyata kamu punya kesamaan ya sama anak laki-laki yang tadi. Wkwkwk" kata Hinata menggoda Riz lagi.
"Ahh.. Sudah ku bilang, hanya kebetulan" balas Riz mengerutkan wajahnya.
"Aku hanya bercanda kok Ri-chan. Hehehe. Oh iya, menurutmu Naru-senpai orangnya gimana?" kata Hinata.
"Naru-senpai? Kok tiba-tiba kamu menanyakan dia? Emm.. Orangnya mengagumkan. Hehehe" jawab Riz.
"Kamu benar.. Naru-senpai sosok yang baik hati, tampan, keren pula" kata Hinata yang wajahnya mulai memerah.
"Heheuu.. Kamu suka ya sama Naru-senpai?" goda Riz.
"Hah?! Kamu ada-ada saja Ri-chan" kata Hinata menghindar.
"Ok, ok, eh.. Bentar lagi masuk nih Hina-chan.. Ayo kita cepat balik ke kelas" kata Riz melihat waktu di jam tangannya.
"Iya benar! Daripada kita di marahin bu kepsek yang katanya killer itu. Ntar dikira kita bolos pelajaran lagi" balas Hinata.
"Haghaghag.. Iya ya, kakak-kakak kelas bilang bu Tsunade emang agak galak" kata Riz seraya bergegas meninggalkan kantin dengan Hinata.
Mereka berdua kembali ke kelas dan menyelesaikan pelajaran di hari pertama sekolah itu.
Hari-hari dilewati dengan suka cita persahabatan antara Riz dan Hinata. Pelajaran sejarah Jepang pun menjadi pelajaran favorit mereka berdua.
*penulis: kayaknya bukan tertarik dengan pelajarannya tapi trtarik ama gurunya. Naru-senpai. Hwahahaha. XD*
Perasaan Hinata pada Naru-senpai semakin dalam. Hinata merasa diperhatikan oleh Naru. Sebagai sahabatnya Riz juga mengetahui hal itu.
***
Hari mulai gelap, siswa-siswa dan guru-guru Daisuke gakuen masuk ke asrama masing-masing. Kebetulan Riz dan Hinata sekamar.
Sebelum mereka tidur ..
"Hina-chan, apakah kamu benar-benar menyukai Naru-senpai?" tanya Riz serius.
"Ah.. Eh.. Em.. Tetapi.. dia guru kita, Ri-chan" jawab Hinata dengan suara yang pelan.
"Ternyata benar ya?" tanya Riz lagi.
"Sejujurnya iya, tapi sepertinya tidak mungkin" kata Hinata lesu.
"Sudahlah Hina-chan, tenang saja. Itu bukanlah suatu kesalahan, semuanya sudah di takdirkan. Aku pasti mendukungmu" kata Riz menatap Hinata dengan senyuman.
"Terimakasih Ri-chan, kamu memang sahabat terbaik ku" ucap Hinata langsung memeluk Riz.
"Hahaha, iya, iya.. Sama-sama Hina-chan. Kamu juga sahabat terbaik ku" balas Riz.
"Sepertinya sudah larut malam, kita harus cepat tidur agar tidak kesiangan besok" kata Hinata seraya meraih selimut.
"Ya, benar. Selamat malam Hina-chan" kata Riz menuju tempat tidurnya.
"Selamat malam juga Ri-chan" balas Hinata sebelum memejamkan matanya.
Mereka berdua terlelap. .
To Be Continoued...
Ini (yang kiri) Cover FF DGR yg pertama, agak hancur gambarannya ^^" hehee
(yang kanan) Cover FF DGR yang kedua, lebih mendingan gambarnya, hehe ^^V


SELAMAT MEMBACA. :)
***
Kalender menunjukkan tanggal 19 Juli. Dan itu berarti tahun ajaran baru dimulai.
"DAISUKI GAKUEN"
"Tengggg.. Tengggg.. Tenggg…" bunyi bel Daisuki Gakuen berbunyi dan gerbang akan ditutup.
"Hwaaaaaa… tunggu pak….!!!" teriak Riz berlari menuju gerbang.
"Cepat!" tiba-tiba seorang anak perempuan yang dibelakang menarik tangan Riz dan membawa Riz berlari bersamanya.
Riz dan anak itu pun berhasil melalui gerbang yang akan ditutup.
"Fiuuhh.. Fiuhh... haaloo.. Salam kenal" sapa Riz sambil memulihkan nafasnya yang tersengal-tersengal.
"Fiuuhh.. Fiuhh... halo juga" balas anak itu dengan terengah-engah.
"Aku Riz, makasih ya sudah bantu aku" kata Riz memulai perkenalan mereka berdua.
"Aku Hinata. Oh, sama-sama. Aku juga terlambat tadi. Tapi, ku lihat jalan mu agak lambat makanya aku menarik tanganmu. Maaf ya." kata anak berambut panjang dengan mata abu-abu yang indah itu.
"Gak papa kok, tapi karena kamu juga aku sempat melewati gerbang tadi" balas Riz dengan senyum.
"Kamu masuk kelas mana?" tanya Hinata.
"Aku masuk kelas 1-5, Hina-chan" jawab Riz.
"Waahh.. Kita sama donk. Aku juga masuk kelas itu, Ri-chan. Ya udah kita bareng aja yah" kata Hinata dengan senang hati.
Mereka berdua pun menuju kelas 1-5.
Sekolah asrama Daisuki ini termasuk SMA populer di Tokyo. Guru-gurunya tergolong masih muda, siswa-siswa yang di terima pun tergolong siswa berprestasi.
"KELAS 1-5"
"Tap.. Tap.. Tap.." terdengar suara langkah seseorang diluar kelas.
"Senpai datang, senpai datang" semua siswa berlarian ke tempat duduk masing-masing.
Sesosok pria muda memasuki kelas Riz dan Hinata.
"Ya ampuun.. Gantengnyaaaa…." seru anak-anak perempuan yang terpesona dengan guru itu.
Riz dan Hinata yang duduk di bangku paling depan hanya terdiam memandangi guru itu.
"Selamat pagi anak-anak" sapa sang guru dengan senyuman yang menawan.
*penulis: kyaaa… jadi ikutan meleleh membanyangkannya.. XD*
"Selamat pagi senpai" anak-anak membalas sapaan sang guru.
"Kyaaaaa… gurunya keren banget" jerit Hinata dalam hati dan mukanya memerah.
"Sstt.. Sstt.. Sstt.. Hina-chan" desis Riz yang duduk di samping Hinata.
"Iya, ada apa Ri-chan?" tanya Hinata.
"Waaahhhh.. Anak-anak langsung pada semangat setelah ni guru datang. Ckckck" bisik Riz.
"Wkwkwk" Hinata hanya tersenyum-senyum.
"Nama saya Naruto Uzumaki. Baik, langsung saja kita mulai dengan perkenalan. Mulai dari kamu dulu." kata sang guru menunjuk anak yang duduk di paling pojok belakang.
Satu per satu anak memperknalkan diri mereka. Sampai pada giliran Hinata.
Hinata berdiri, "Saya Hinata Hyuuga. Salam kenal" sambil membungkukkan badan.
Di lanjutkan dengan Riz.
"Saya Rizki Uzumaki. Salam kenal"
***
Pelajaran tentang sejarah negara Jepang dimulai. Sang guru, Naru-senpai menjelaskan dengan rinci. Siswa-siswa sangat menikmati apa yang diajarkan, karena Naru menyampaikannya dengan sangat bijaksana.
***
Satu setengah jam berlalu dengan cepat, tidak terasa jam pelajaran Naru-senpai sudah habis.
"Baiklah anak-anak, halaman 15 bagian C, tolong nanti dikerjakan di asrama masing-masingya. Dan di kumpulkan pada pertemuan berikutnya. Ja matta" kata sang guru mengakihri jam mengajarnya di kelas Riz dan Hinata.
"Baik senpai" jawab anak-anak murid kelas 1-5 dengan kompak.
***
Tiba waktu istirahat….
"Ri-chan, ke kantin yuk" ajak Hinata.
"Oke, Hina-chan" jawab Riz.
"Waaahh.. Halaman Daisuke gakuen luas banget, kantinnya ada di seberang pula, lumayan jauh ya dari kelas kita" ujar Hinata memandangi kantin yang ada di seberang kelas mereka dari Jendela.
"Iya.. Kita jadi kan ke kantin, yuk cepetan ntar keburu bel masuk berbunyi" kata Riz menarik tangan Hinata keluar kelas.
"Ya ya.. Santai aja, Ri-chan." balas Hinata dengan jalan terburu-buru karena di tarik Riz.
"Hehehe, maaf Hina-chan" kta Riz.
"Apa kau sangat lapar sekali ya, kok buru-buru banget? Nyahahaha…" ledek Hinata.
"Yeeyyyy… siapa bilang?! kita harus cepat donk, ntar mejanya penuh, kan anak-anak disini gak dikit orangnya" jawab Riz.
"Iyaa.. Sudah, sudah.. yuk.. kita langsung aja" kata Hinata melanjutkan jalan mereka.
…
"Oishi canteen Daisuki Gakuen" Hinata membaca papan nama yang terpasang di atas pintu masuk kantin.
"Wew.. Nama kantinnya menarik juga, mudah-mudahan ada makanan favorit ku. Ckck" kata Riz seraya memasuki kantin.
"Waduuhhhh.. Kayaknya penuh nih" kata Hinata melihat-lihat sekitar.
"Tuh.. Di situ masih ada tempat yang kosong" kata Riz mengarahkan telunjuknya pada meja persegi panjang ke-25 di pojokkan.
*penulis: makluuum, kantinnya lumayan gede jadinya mejanya bnyak. Hehehe*
"Tapi di situ sudah ada seorang anak cowok yang menempati" bisik Hinata.
"Sudahlah Hina-chan, tidak apa-apa juga" jawab Riz menggandeng tangan Hinata menuju meja itu.
"Ri. . Ri-chan" ucap Hinata.
"Permisi.. Kami boleh duduk disini?" tanya Riz pada anak laki-laki itu.
"Ya, silakan aja" jawab anak laki-laki itu dengan santainya.
"Arigatou" balas Riz.
Riz dan Hinata duduk berseberangan dengan anak laki-laki itu.
"Bu, saya pesan ramen ichiraku!" seru Riz berbarengan dengan anak laki-laki itu pada ibu kantin.
Riz dan anak kali-laki itu saling memandang satu sama lain dengan heran.
"Wahh.. Bisa barengan gitu. Hahaha" goda Hinata.
"Mungkin cuma kebetulan aja" balas Riz.
"Hahahaha… iya.. iya.. " Hinata hanya tertawa.
Anak laki-laki itu hanya terdiam.
"Hina-chan, kamu pesan apa?" tanya Riz pada Hinata.
"Aku.. Aku sushi sama takoyaki aja. hehehe" kata Hinata.
*penulis: kantin sekolahnya lumayan serba ada. Wkwkwk*
Tak berapa lama pesanan mereka datang. Tapi, hanya ada satu mangkok ramen ichiraku yang dibawakan pelayan kantin.
"Tadi yang pesan ramen ichiraku siapa?" tanya pelayan.
"Saya!!! " jawab Riz dan anak laki-laki itu berbarengan lagi.
"Ini porsi ramen terakhir" kata si pelayan.
"Buat saya saja, bu" kata Riz.
"Tidak bisa!!! Ramen itu buat ku. Aku sudah datang lebih dulu" kata anak laki-laki itu memulai perdebatan.
"Yeeyy.. aku yang pesan duluan" balas Riz.
"Kata siapa?! Kita kan pesannya barengan" kata anak laki-laki itu lagi.
"Kamu kan laki-laki harusnya mengalah donk" kata Riz menjurus.
"Ya sudahlah, aku mengalah saja daripada nanti aku dibilang gak gentle rebutan sama cewek" balas anak laki-laki itu dingin.
"Tapi…gak jadi dehh.. ramennya buat kamu aja" kata Riz tiba-tiba berubah pikiran.
"Tidak usah, buat kamu saja" kata anak laki-laki itu.
"Ya ampuuunnn.. tadi rebutan sekarang malah main oper-operan. ckckck" Hinata ikut bicara.
"Kalau begitu, terimakasih" ucap Riz seraya menerima mangkok ramen dari pelayan kantin.
*penulis: kasian ibu pelayannya ya, jadi berdiri lama-lama gara-gara pada berdebat. Wkwkwwk*
"Saya pesan ramen biasa aja" kata anak laki-laki itu pada ibu pelayan.
"Maaf yaaa… Tapi, sekali lagi terimakasih" balas Riz tersenyum.
"Ya, tidak papa. Sama-sama. Kamu suka ramen ichiraku juga?" tiba-tiba anak laki-laki itu bertanya.
"Ya, itu adalah makanan favorit ku" jawab Riz.
"Sama, itu juga makanan favorit ku" kata anak laki-laki itu.
Pesanan anak laki-laki itu datang. Mereka pun melahap makanan masing-masing.
"Sruuuutt.. Sruuuut.. " terdengar suara Riz dan anak laki-laki itu menyeruput mie ramen di mangkok masing-masing.
Tidak berapa lama makanan di mangkok dan piring mereka sudah tidak tersisa.
"Aku duluan ya.. " kata anak laki-laki itu tersenyum pada Riz dan Hinata lalu meninggalkan mereka berdua.
Riz dan Hinata hanya menatap dia.
"Heyy, Ri-chan.. Ternyata kamu punya kesamaan ya sama anak laki-laki yang tadi. Wkwkwk" kata Hinata menggoda Riz lagi.
"Ahh.. Sudah ku bilang, hanya kebetulan" balas Riz mengerutkan wajahnya.
"Aku hanya bercanda kok Ri-chan. Hehehe. Oh iya, menurutmu Naru-senpai orangnya gimana?" kata Hinata.
"Naru-senpai? Kok tiba-tiba kamu menanyakan dia? Emm.. Orangnya mengagumkan. Hehehe" jawab Riz.
"Kamu benar.. Naru-senpai sosok yang baik hati, tampan, keren pula" kata Hinata yang wajahnya mulai memerah.
"Heheuu.. Kamu suka ya sama Naru-senpai?" goda Riz.
"Hah?! Kamu ada-ada saja Ri-chan" kata Hinata menghindar.
"Ok, ok, eh.. Bentar lagi masuk nih Hina-chan.. Ayo kita cepat balik ke kelas" kata Riz melihat waktu di jam tangannya.
"Iya benar! Daripada kita di marahin bu kepsek yang katanya killer itu. Ntar dikira kita bolos pelajaran lagi" balas Hinata.
"Haghaghag.. Iya ya, kakak-kakak kelas bilang bu Tsunade emang agak galak" kata Riz seraya bergegas meninggalkan kantin dengan Hinata.
Mereka berdua kembali ke kelas dan menyelesaikan pelajaran di hari pertama sekolah itu.
Hari-hari dilewati dengan suka cita persahabatan antara Riz dan Hinata. Pelajaran sejarah Jepang pun menjadi pelajaran favorit mereka berdua.
*penulis: kayaknya bukan tertarik dengan pelajarannya tapi trtarik ama gurunya. Naru-senpai. Hwahahaha. XD*
Perasaan Hinata pada Naru-senpai semakin dalam. Hinata merasa diperhatikan oleh Naru. Sebagai sahabatnya Riz juga mengetahui hal itu.
***
Hari mulai gelap, siswa-siswa dan guru-guru Daisuke gakuen masuk ke asrama masing-masing. Kebetulan Riz dan Hinata sekamar.
Sebelum mereka tidur ..
"Hina-chan, apakah kamu benar-benar menyukai Naru-senpai?" tanya Riz serius.
"Ah.. Eh.. Em.. Tetapi.. dia guru kita, Ri-chan" jawab Hinata dengan suara yang pelan.
"Ternyata benar ya?" tanya Riz lagi.
"Sejujurnya iya, tapi sepertinya tidak mungkin" kata Hinata lesu.
"Sudahlah Hina-chan, tenang saja. Itu bukanlah suatu kesalahan, semuanya sudah di takdirkan. Aku pasti mendukungmu" kata Riz menatap Hinata dengan senyuman.
"Terimakasih Ri-chan, kamu memang sahabat terbaik ku" ucap Hinata langsung memeluk Riz.
"Hahaha, iya, iya.. Sama-sama Hina-chan. Kamu juga sahabat terbaik ku" balas Riz.
"Sepertinya sudah larut malam, kita harus cepat tidur agar tidak kesiangan besok" kata Hinata seraya meraih selimut.
"Ya, benar. Selamat malam Hina-chan" kata Riz menuju tempat tidurnya.
"Selamat malam juga Ri-chan" balas Hinata sebelum memejamkan matanya.
Mereka berdua terlelap. .
To Be Continoued...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar