Minggu, 23 September 2012

Daisuki Gakuen Romance ~ Part 7

Hari berganti lagi..
kesibukan di sekolah membuat jenuh, akhir pekan pun menjadi hari yang di tunggu untuk menenangkan pikiran..

"Hinata, kita jalan-jalan ke taman pinggir kota yug bsok sore" ajak Riz.
"Hmm.. Sepertinya aku gak bisa, Ri-chan. Besok aku harus ke rumah bibi ku" kata Hinata.
"Ohh.. Gitu ya.. Oke, deh" balas Riz.

Keesokan harinya Riz jalan-jalan sendiri ke taman.
Sore itu taman kota sepi, jalanannya juga sepi. Riz duduk di kursi panjang taman.
Tiba-tiba terdengar bunyi keributan di sisi jalan taman.."Ngiuuungg.. BRUAAKK.. GEDUBRAAKK..."
"Hah?! Suara apaan tuh?" ujar Riz yang terkejut.
Riz pun berlari ke arah sumber suara.
Ternyata sebuah kecelakaan terjadi.
"Kau?!" seru Riz melihat seorang yang tergeletak di tanah bersama motornya.
"Aauuu" jerit orang itu.
"Tangan mu terluka!" ujar Riz.
"Uhh.. kau?!" ujar orang itu dengan pandangan buram, terkapar.
"Jangan banyak bicara dulu!" ujar Riz.
Riz segera mengambil sapu tangan yang ada di sakunya dan membalut luka orang itu.
"yup, sudah. Lukamu sudah ku balut dan darahnya sudah tak mengalir lagi" kata Riz.
"Terimakasih" ucap orang itu.
"Ya" balas Riz beranjak pergi.
Namun tangan Riz di tahan oleh orang itu.
"Tunggu.. ini.. Bukan kah sapu tangan ku dulu?" kata orang itu.
Karena tercegat, Riz menoleh ke belakang ke arah orang itu.
"ohh.. Iya.. Itu sapu tangan yang pernah kamu pinjamkan pada ku dulu, Hiden" ujar Riz.
"Apa aku tak salah dengar? Barusan kamu menyebutkan nama ku?" kata Hiden.
"Ya, sepertinya aku harus pergi" ujar Riz.
"Tunggu.. kenapa terburu-buru? Sepertinya kau selalu ingin menghindar dari ku" kata Hiden.
"Aku sudah terlalu lama di sini, aku harus pulang ke asrama" ujar Riz.
"Nomer handphone ku, sudah ku simpan di handphone mu" kata Hiden menyerahkan hp Riz.
"Kenapa handphone ku bisa ada pada mu?" tanya Riz.
"Kamu lupa mengambil handphone mu yang tergeletak di samping ku sebelum kau beranjak pergi tadi" ujar Hiden.
"Ya.. Terimakasih" ucap Riz setelah mengambil handphonenya dan pergi.
Hiden pun juga meninggalkan taman.

"Udah ya jalan-jalannya?" sambut Hinata.
"Hehe, bentar aja kok" jawab Riz.
"Sekali lagi maaf ya, aku gak bisa menemanimu tadi" kata Hinata.
"Gak papa kok Hina-chan" kata Riz tersenyum pada Hinata.
"Ini, ada sesuatu untuk mu" kata Hinata seraya menyerahkan bungkusan.
"Apaan nih? Wahh... Ramen ichiraku" ujar Riz.
"Iya, sebelum pulang tadi, aku sempat membelikannya untuk mu" kata Hinata.
"Makasih banyak ya, hehe" ucap Riz senang.
"Udah, makan dulu gih. Kamu kan belum makan dari tadi siang" kata Hinata.
"Iya, iya, bu pengasuh.." ujar Riz.
"Yahh.. Aku jadi ibu pengasuh nih sekarang" kata Hinata.
"Bercanda, bercanda, hehe" ujar Riz.
Riz pun melahap ramen Ichiraku yang di belikan Hinata.

Saat malam tiba, Riz tak langsung tidur, sedangkan Hinata sudah setengah terlelap.
Riz mengambil handphonenya dan melihat kontak.
Ya, memang ada kontak bernama Hiden di dalamnya.
"Buat apa dia memasukkan nomernya ke kontak ku? Emm.. Tapi, kalo di pikir-pikir dia baik juga orangnya" ujar Riz sangat pelan agar tak membangunkan Hinata.
"Emm, nyem, nyem, nyem.. Ri-chan, kamu belum tidur ya?" ujar Hinata setengah sadar menoleh ke tempat tidur Riz yang berseberangan dengan tempat tidurnya.
"Aku masih belum ngantuk, Hina-chan. Tapi, aku coba tidur aja deh. Selamat malam" ujar Riz.
"Ya, selamat malam juga" kata Hinata lalu membalik badannya dan tidur kembali.

To be Continoued..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar