Minggu, 23 September 2012

Daisuki Gakuen Romance ~ Part 2

***
Hari yang cerah sudah menanti mereka..
"Ayo bangun Ri-chan. Cepat siap-siap, hari ini ada pelajaran olah raga dari Yamato-sensei" ujar Hinata menepuk-nepuk tubuh Riz yang masih tergeletak di tempat tidurnya.
"Hoammzz..
Astagaaaa.. Kau benar! Kalau terlambat bisa-bisa kena hukuman lari mengelilingi lapangan Daisuki gakuen yang luas banget itu" jerit Riz terbangun dari tidurnya.
"Makanya cepetan!" desak Hinata.
"Oh, yayaya.. Makasih ya Hina-chan, udah ngingetin" kata Riz bergegas.
"Ya, sama-sama. Ku tunggu di depan ya" kata Hinata berlalu.
"Ok" jawab Riz.
Riz segera bersiap-siap, memakai seragam, lalu mengambil roti dalam lemari makanan dan mengunyahnya.
"Aku sudah siap. ayo, kita ke lapangan sekarang" ajak Riz.
"Ayo, sambil jogging aja sekalian. Hehe" kata Hinata.
"Okay, okay.. Haha" kata Riz menerima usulan Hinata.

Di lapangan Daisuke gakuen. . .
"Anak-anak… Hari ini materi pelajaran bola basket" ujar Yamato-sensei mengawali.
"Baik sensei" seru anak-anak serempak.

Ternyata di lapangan seberang juga ada anak-anak yang sedang bermain baseball.
Riz dan Hinata yang sedang istirahat sejenak duduk memandangi permainan baseball.
"Heyy!! Ri-chan, Ri-chan.. Bukankah itu anak laki-laki yang pernah semeja dengan kita di kantin dulu?" kata Hinata mengagetkan.
"Mana Hina-chan?" tanya Riz sambil memperhatikan satu per satu pemain baseball.
"Itu tuh, yang itu.. " Hinata menunjuk ke arah pemain yang sedang bersiap dengan pemukul bola.
"Iya, benar! Dia laki-laki itu" seru Riz kaget.
"Dia yang pernah berebut ramen ichiraku di kantin denganmu. hahaha" Hinata mulai meledek lagi.
"Huhuhuhu. Benar" ucap Riz.
"Ohh.. Ternyata dia kakak kelas kita, Ri-chan" ujar Hinata.
"Kakak kelas? Memang kelas berapa?" tanya Riz.
"Sepertinya kelas XI karena yang mengajar mereka Kakashi-sensei" kata Hinata.
"Iya juga ya.. " kata Riz melihat ke arah Kakashi-sensei yang berdiri di pinggir lapangan.
"Wahh.. Sepertinya dia banyak punya fans juga" Hinata mengalihkan pandangan ke sisi lapangan baseball.
"Haghaghag.. Coba lihat. Kok kayaknya pada aneh semua ya. Wkwkwk" ujar Riz tertawa.
"Huahahaha.. Iya, ada-ada aja fansnya teriak-teriak histeris gitu." kata Hinata ikut tertawa.
"Ehh.. Ternyata jam pelajaran olah raga bentar lagi habis nih, ayo siap-siap ganti" kata Riz.
"Iya, Ri-chan" kata Hinata.

Waktu istirahat tiba..
"Ke kantin yuk, Ri-chan" ajak Hinata.
"Wahh.. Hari ini aku harus mengembalikan buku ke perpustakaan nih" ujar Riz seraya membawa tumpukkan buku.
"Oke deh, aku akan menemanimu, sini ku bantu bawain setengahnya" kata Hinata tersenyum seraya mengambil beberapa buku dari tangan Riz.
"Hwehehe, makasih banget Hina-chan" ucap Riz sambil berjalan menuju perpustakaan Daisuki gakuen bersama Hinata.

Sesampainya di perpustakaan Daisuki gakuen..
"Waaww.. Kayaknya bukunya komplit nih" kata Hinata terkagum-kagum karena baru pertama kali memasuki perpustakaan Daisuki gakuen.
"Aku mau ngembalikan buku dulu disana ya" kata Riz menunjuk ke meja seorang ibu di sudut ruangan.
"Ya, baiklah. Aku juga lihat-lihat sebentar ya" kata Hinata berjalan menuju rak penuh tumpukkan buku di sudut ruangan yang lain.
"Okay!" seru riz singkat.

Di sudut ruangan yang Hinata datangi raknya penuh dengan sekumpulan Novel..
"Sepertinya novel itu menarik" kata Hinata menjangkau novel yang berada di rak paling tinggi.
"Ahhh.. Tidak sampai!" keluh Hinata.
"Aku harus bisa, aku penasaran.." Hinata menaiki rak-rak yang ada dibawah untuk menggapai novel itu.
Tapi.. Tiba-tiba.. Kakinya tergelincir..
*penulis: nekat juga sih ya ni anak. Wkakakak..*
"Aaaa... " jerit Hinata.
Sesosok pria dari belakang berlari ke arah Hinata.
Dan.. "Hap..!" tubuh Hinata berhasil ditangkap oleh pria itu.
"Kenapa ini? Kok rasanya gak sakit ya?! Bukankah tadi aku terjatuh" kata Hinata dalam hati dan mencoba membuka matanya.
"Hina-chan.. " desah si pria yang menolong Hinata.
"Se..  se.. senpai.. " kata Hinata dalam dekapan kedua lengan sang senpai.
Mereka berdua saling menatap dalam.
"Dag.. dig.. dug.. " degup jantung Hinata berdetak kencang.
Pandangan sepasang mata biru yang indah begitu tajam dan menusuk jantung membuat Hinata tidak tahan, sehingga wajahnya terlihat merona merah.
"Hina-chan?!" ucap Naru-senpai membuyarkan lamunan Hinata yang berada dalam dekapan kedua lengan Naru.
"Eh..ah..em.. Senpai.." Hinata tersadar dan menjadi salah tingkah.
"Ehh.. Maaf Hina-chan" Naru-senpai melepas rangkulannya menjadi ikutan salah tingkah.
"Sankyuu, senpai" ucap Hinata.
"Sama-sama" balas Naru-senpai dengan senyuman.
"Kenapa senpai tiba-tiba saja ada disini? " tanya Hinata.
"Ohh.. tadi saya sedang mencari-cari buku di rak sebelah sana, lalu tiba-tiba saya mendengar kamu menjerit dan saya langsung mendatangimu" jelas Naru-senpai.
"Hina-chaaaan!!" teriak Riz berlari ke tempat Hinata berdiri.
*penulis: waduh-waduh, telat datangnya nih si mba. Ckck*
"Ri-chan.. " kata Hinata menoleh.
"Apa kau baik-baik saja Hina-chan?!" tanya Riz.
"Aku..aku baik-baik saja" kata Hinata.
"Naru-senpai?!" kata Riz heran melihat pria muda berambut kuning berkilauan yang berdiri di samping Hinata.
"Ri-chan, jaga dia ya. Dan kamu, Hina-chan, harus lebih hati-hati" kata Naru-senpai berpesan.
"Ba..baik senpai" kata Riz.
"Sekali lagi arigatou gozaimasu senpai" ucap Hinata sambil membungkukkan badan.
"Ya. Selamat tinggal anak-anak, saya harus mengajar dulu" balas Naru-senpai seraya meninggalkan kedua orang  bersahabat itu.
"Wew.. Apa yang tadi terjadi Hina-chan?" tanya riz penasaran.
"Itu..itu.. Hehehe.. Nanti saja ya saat di asrama ku ceritakan" jawab Hinata tersipu-sipu.
Mereka berdua kembali ke kelas.
"Sungguh kejadian yang sangat berkesan" ujar Hinata dalam hati sambil berjalan tersenyum-senyum.

Saat mereka sudah di asrama lagi..
"Hina-chan, ayo ceritakan kejadian saat di perpustakaan yang itu.. " kata Riz sudah penasaran sekali.
"Hehehe.. Sabar Ri-chan.. Ok, akan ku ceritakan. Ehem.." kata Hinata ingin memulai.
"Tunggu dulu" cegat Riz.
"Lho?! Ada apa lagi Ri-chan? Bukankah kamu sudah tidak sabar mendengarkannya?" tanya Hinata.
"Aku mau ambil cemilan dulu. Hehe" kata Riz berdiri.
"Jahh.. Dasar.. Wkwk" kata Hinata hanya tertawa.
"Ok!! Sekarang aku sudah siap" ujar Riz sambil mengunyah pop corn.
*penulis: jahahaha.. Kayak lagi nonton film aja. XD*
"Begini.. Waktu di perpustakaan aku melihat sebuah novel yang tampak sangat menarik" kata Hinata memulai ceritanya.
"Terus.. Terus.." kata Riz sambil mengambil pop corn.
"Novel itu ada di rak paling atas, Ri-chan. Aku tidak sampai meraihnya. Lalu aku menaiki rak yang ada di bawahnya agar lebih tinggi" sambung Hinata.
"Lalu kok kamu bisa sama Naru-senpai?" tanya Riz tidak sabar.
"Sabar, sabar.. Hehe.. Aku kan belum selesai, Ri-chan." kata Hinata sambil ikutan makan pop corn.
*penulis: wah, kayaknya seru nih cerita sambil Makaan.. Makaaan.. Ikutaannn.. wkakakak.. XD*
"Maaf.. Hehehe.. Aku sangat penasaran" ujar Riz.
"Baiklah, ku terusin ceritanya. Itu karna aku terjatuh saat mengambil novel. Lalu ada senpai yang datang tiba-tiba dan menolong ku" lanjut Hinata menyelesaikan ceritanya.
"Ohh.. Wew.. Hebat!!!" seru Riz.
"Ri-chan, Ri-chan.. Ayo kita tidur. Selamat malam Ri-chan" kata Hinata mengakhiri percakapan mereka di malam itu.
"Yaa.. selamat malam juga Hina-chan" kata Riz sambil berjalan ke tempat tidur.

To Be Continoued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar